Sunday, December 7, 2014

Bunga Jarum ( Ixora paludosa Kurz. )

Tags
morfologi bunga jarum


Bunga Jarum ( Ixora paludosa Kurz. )

        I.        Sistematika Bahan

Kingdom         :           Plantae
Divisio                        :           Spermatophyta
Sub Divisio     :           Angiospermae
Kelas               :           Dicotyledonae
Ordo                :           Rubiales
Famili             :           Rubiaceaea
Genus              :           Ixora
Spesies            :           Ixora paludosa Kurz.  (Nama Latin)
                                    Bunga Jarum (Nama Daerah)

      II.        Morfologi Tumbuhan

a)     Akar
Akar bunga jarum (Ixora paludosa Kurz.) merupakan akar tunggang ,  dapat menyebar ke semua arah dengan ke dalaman 30 cm hingga 40 cm. Akarnya berwarna putih
b)     Batang
Batang bunga jarum (Ixora paludosa Kurz.)  merupakan batang tegak, perdu, berbentuk bulat (teres), sedikit bercabang, permukaannya kasar, memilikii bekas-bekas perlekatan daun.
c)     Daun
Daun bunga jarum (Ixora paludosa Kurz.) merupakan termasuk daun tunggal, letaknya berhadapan,bertangkai pendek, ujungnya tumpul, pangkalnya tumpul, tepinya rata, daun berwarna hijau tua dan daun penumpu tidak rontok.
d)     Bunga
Bunga bunga jarum (Ixora paludosa Kurz.) merupakan termasuk bunga majemuk, terletak pada ketiak daun atau di ujung batang, Kelopak nya berbentuk seperti cawan, ujung nya runcing (acutus), mahkota nya berbentuk lonjong.
e)     Buah
Buah bunga jarum (Ixora paludosa Kurz.) memilik bentuk yang bulat melebar berukuran kecil, termasuk buah batu,dimahkotai oleh gigi kelopak kecil, ketika masih muda berwarna hijau,berwarna ungu ketika sudah matang,
f)      Biji
Biji bunga jarum (Ixora paludosa Kurz.) termasuk berkeping dua (dicotyledoneae), berbentuk lonjong, berukuran kecil, dan berwarna putih.

    III.        Jalan Tabel

1b, 2b, 3b, 4b, 6b, 7b, 9b, 10b, 11b, 12b, 13b, 14b, 16a, 239b, 243b, 244b, 248b, 249b, 250a, 251a, 252b ………………………………………………………………………………………………..… 116. Rubiaceae
1b, 3b, 4b, 5b, 6b, 7b, 8b …………………………………………………………………………….. 8. Ixora           
8. Ixora paludosa Kurz.    

                           
Daftar Pustaka

·       Steenis, Van C.G.G.J. 2003. Flora. Jakarta: Pradnya Paramita
·       Tjitrosoepomo, G. 1953. Ilmu Tumbuh-tumbuhan Berbiji. Susunan Luar. IV. V. Poesaka Aseli, Jakarta.


·       Tjirosoepomo, G. 1989. Morfologi Tumbuhan Cetakan 5. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Itula morfologi dari Bunga Jarum ( Ixora paludosa Kurz. )Kalau berkenan silakan baca postingan saya berikut ini :

LIHAT JUGA : 
Cara Download Tema Line GRATIS pakai LINE Mod !
Kumpulan Soal_soal SBMPTN 2016
Fenomena Gerhana Matahari
Ketentuan-ketentuan SBMPTN 2016
Pendaftaran Beasiswa Djarum Plus 2016/2017 dibuka
Supercell: Clash Royale Resmi Dirilis
Sisi Positif dan Negatif Internet








    IV.       

Thursday, November 27, 2014

Kaesang Pangarep Ternyata Seorang Blogger Juga

Tags
blog pribadi kaesang pangarep
Kaesang Pangarep- mungkin nama itu sudah gak asing lagi di telinga kalian. iya! Kaesang Pangarep adalah putra bungsuh dari presiden kita yang baru, Bapak Joko Widodo (Jokowi), Presiden Republik Indonesia yang ke-7.
topik yang ingin saya ceritakan yaitu sesuai dengan judul artikel ini, Ternyata Kaesang Pangarep juga seorang Blogger :D mungkin teman-teman sudah banyak yang tau, tapi mungkin ada juga sebagian dari teman-teman yang belum tau makanya saya buat postingan ini hehe.

Blog milik Kaesang Diary Anak Kampung akhir-akhir ini lagi banyak pengunjung, mungkin karena Ayahnya ( Pak Jokowi ) baru dilantik jadi Presiden kali ya hhehe..  Saya sih udah ngunjungin blog tsb, menurut penilaianku sih, blognya cukup bagus, ya walaupun masih kurang rapi hehe.. Kalau diliha dari arsip blog milik Kaesang, ia mulai nge-blog mulai 2011, dan artikelnya juga masih sekitar 29 artikel kalau tidak salah .. ( masih lebih banyak postingan dia sih dibanding postingan saya :D )

Tapi itu tidaklah terlalu penting, yang penting menurut saya adalah postingan-postingan atau artikel yang dia buat cukup bagus dan enak dibaca ( itu ajasih nilai plus nya ) hihi...

hm... enak ya jadi dia, gak perlu repot-repot optimasi traffict blognya udah rame :D bukan kayak blog saya, daripada dibilang ''blog'' lebih cocok disebut ''kuburan'' kali ya :( haha
mungkin saya harus nyuruh Bapak saya untuk jadi Presiden biar blog saya rame pengunjung :D hahha *koplak*
hmm..  sbnernya inti cerita ini apaan sih? saya juga jadi bingung :D ceritanya ngelantur kemana-mana :D

Jadi, intinya buat blogger-blogger baru ( kayak saya ini ) harus sabar-sabar dan banyak usaha supaya traffict blog bisa naik.. hehe (nasehatin diri sendiri) :D

buat temen-temen yang baca tulisan ini, bantuin saya dong gimana caranya biar blog saya ramai hehe
(bantu doa juga boleh).. :D

salam BLOGGER INDONESIA !

Monday, November 24, 2014

Paku Picisan (Drymoglossum piloselloides (L.) Presl.)

Tags
Sisik Naga  (Drymoglossum piloselloides (L.) Presl.)
paku sisik naga
Drymoglossum piloselloides (L.) Presl.
LIHAT JUGA : 

Indonesia       : Paku sisik naga, picisan, duwitan (Jawa), duduwitan (Sunda)
Kingdom        :  Plantae (Tumbuhan)
Divisi           : Pteridophyta (paku-pakuan)
Kelas            : Pteridopsida
Ordo             : Polypodiales
Famili           : Polypodiaceae
Genus           : Drymoglossum
Spesies         : Drymoglossum piloselloides (L.) Presl.

II. Morfologi

Daun yang satu dengan yang lainnya tumbuh dengan jarak yang pendek. Daun bertangkai pendek, tebal berdaging, berbentuk jorong atau jorong memanjang, ujung tumpul atau membundar, pangkal runcing, tepi rata, permukaan daun tua gundul dan berambut jarang pada permukaan bawah, berwarna hijau sampai kecoklatan.  Daunnya ada yang mandul dan ada yang membawa spora. Daun fertil bertangkai pendek atau duduk, oval memanjang, panjang 1-5 cm, lebar 1-2 cm.  Ukuran daun yang berbentuk bulat sampai jorong hampir sama dengan uang logam picisan sehingga tanaman ini dinamakan picisan. Sisik naga merupakan tumbuh-tumbuhan epifit kecil dengan akar rimpang tipis, merayap jauh. Rimpang merayap panjang, diameter sekitar 1 mm, daun bantalan 1,5-4 terpisah, bersisik padat di seluruh: skala kecil, lonjong bulat telur, tak beraturan bergigi, sampai dengan 1 mm panjang dan lebarnya, pucat coklat tua di bagian tengah, di tepi. Stipe sangat pendek, yang beberapa milimeter panjang. Daun dimorfik.


Itula morfologi dari Sisik Naga  (Drymoglossum piloselloides (L.) Presl.)Kalau berkenan silakan baca postingan saya berikut ini :
 

Paku Sarang Burung ( Asplenium nidus L. )

Tags


Paku Sarang Burung ( Asplenium nidus L. )


Asplenium nidus L.
Paku Sarang Burung ( Asplenium nidus L. )

I. Klasifikasi Ilmiah
Kerajaan: Plantae
Divisi: Pteridophyta
Kelas: Polypodiopsida
Ordo: Polypodiales
Famili: Aspleniaceae
Genus: Asplenium
Spesies: Asplenium nidus L.




II. Morfologi
   a. Daun
           Daun tunggal tersusun pada batang sangat pendek melingkar membentuk keranjang. Daun yang kecil berukuran panjang 7 -150 cm, lebar 3 – 30 cm. perlahan-lahan menyempit sampai bagian ujung. Ujung meruncing atau membulat, tepi rata dengan permukaan yang berombak dan mengkilat. Daun bagian bawah warnanya lebih pucat dengan garis-garis coklat sepanjang anak tulang, daun bentuk lanset, tersusun melingkar, ujung meruncing, warna daun bagian atas hijau terang, bagian bawah hijau pucat. Peruratan daun menyirip tunggal. Warna helai daun hijau cerah, dan menguning bila terkena cahaya matahari langsung..
Tangkai daun kokoh, hitam, panjang sekitar 5 cm. Tulang daun menonjol di permukaan atas daun, biasanya hampir rata ke bawah, berwarna coklat tua pada daun tua. Urat daun bercabang tunggal, kadang bercabang dua, cabang pertama dekat bagian tengah sampai ±0, 5 mm dari tepi daun. Tekstur daun seperti kertas.
  b. Batang
          Rhizome yang pendek ditutupi oleh sisik yang halus dan lebat, sisik berwarna coklat.
  c. Akar
          Paku epifit dengan akar rimpang kokoh, tegak, bagian ujung mendukung daun-daun yang tersusun roset, di bagian bawahnya terdapat kumpulan akar yang besar dan rambut berwarna coklat, bagian ujung ditutupi sisik-sisik sepanjang sampai 2 cm, berwarna coklat hitam.
  d. Sorus/Sori
          Sorus terletak di permukaan bawah daun, tersusun mengikuti venasi atau tulang daun, bentuk garis, warna coklat tua. Sori sempit, terdapat di atas tiap urat daun dan cabang-cabangnya mulai dari dekat bagian tengah daun sampai bagian tepi, hanya sampai bagian tengah lebar daun. dengan sori tertutup semacam kantung memanjang (biasa pada Aspleniaceae). Sorus berbentuk garis, tersusun rapat di permukaan bawah daun fertil dekat ibu tulang daun, berwarna coklat. Spora terletak di sisi bawah helai, pada urat-urat daun, entalnya dapat mencapai panjang 150cm dan lebar 20cm, menyerupai daun pisang. Ental-ental yang mengering akan membentuk semacam “sarang” yang menumpang pada cabang-cabang pohon. “Sarang” ini bersifat menyimpan air dan dapat ditumbuhi tumbuhan epifit lainnya.

Itula morfologi dari Paku Sarang Burung ( Asplenium nidus L. ). Kalau berkenan silakan baca postingan saya berikut ini :

Kumpulan Soal_soal SBMPTN 2016
Fenomena Gerhana Matahari
Ketentuan-ketentuan SBMPTN 2016
Pendaftaran Beasiswa Djarum Plus 2016/2017 dibuka
Supercell: Clash Royale Resmi Dirilis
Sisi Positif dan Negatif Internet









Morfologi Dan Taksonomi Tumbuhan

Tags
MORFOLOGI DAN TAKSONOMI TUMBUHAN

1. Laporan Herbarium Morfologi dan Taksonomi Tumbuhan (semester1).............. DOWNLOAD
2. Paku Kadal ( Cyclophorus aridus (Don.) Ching.) ............................................. DOWNLOAD
3. Paku Harupat ( Nephrolepis biserrata (Sw.) Schott.) .......................................  DOWNLOAD

MASIH AKAN SAYA UPDATE LAGI .

Sunday, November 23, 2014

Nephrolepis biserrata (Sw.) Schott Nephrolepis biserrata

Tags


TAKSONOMI TUMBUHAN PAKU
(Pteridophyta)
Nephrolepis biserrata (Sw.) Schott
Nephrolepis biserrata
Nephrolepis biserrata (Sw.) Schott

I.    Klasifikasi

Kingdom              : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom        : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Divisi                    : Pteridophyta (paku-pakuan)
Kelas                              : Pteridopsida
Sub Kelas            : Polypoditae
Ordo                     : Polypodiales
Famili                   :
Dryopteridaceae
Genus                   :
Nephrolepis
Spesies                 : Nephrolepis biserrata (Sw.) Schott

II.            MORFOLOGI
a.         Akar
Akar Paku Harupat (Nephrolepis biserrata Schott.) bercabang banyak. Berwarna hijau muda. Berada di dalam tanah. Kalau menyentuh tanah mengeluarkan akar. Rimpang menyerap atau menjalar.

b.        Batang
Batang Paku Harupat (Nephrolepis biserrata Schott.) tidak berbuku. Permukaan batang licin. Batangnya tumbuh tegak. Tumbuh terlentang. Batangnya keras.

c.         Daun
Daun Paku Harupat (Nephrolepis biserrata Schott.) berdaun rapat. Helaian daun umumnya melengkung. Bentuknya lanset. Pangkalnya berbentuk baji. Urat daun sejajar.

III.   Jalan Tabel

1a,(Gol 1)17b,18b,19b,22b,23b,24b,25b,26b      :           11. Polypodiaceae (Famili)
1b,5b,10b,11a ........................................ : Nephrolepis (Genus)
1b, 2b ..................................................... : Nephrolepis biserrata Schott. (Spesies)